Belum Usai, Episode Dua
“Rud, saya akan berusaha menjaga agama yg engkau berikan kepadaku”
Mata Ine mulai berkaca – kaca
“Ne, jangan murung ya. Aku kan mampu pergi buat perlop & menjengukmu pada medan. Aku janji padamu”
Rudi berjanji pada ine menggunakan penuh keyakinan.
Malam itu terasa sangat memilukan untuk Ine. Hatinya berkecamuk lantaran beliau tidak akan beserta selama Rudi bertugas diluar kota.
“Aku harap engkau merupakan jodoh terakhirku”
Ine memeluk Rudi erat sekali. Erat sekali, sampai Rudi merasa sesak. Rudi tau Ine sangat mencintai nya melebihi apapun. Rudi jua sama, Ia mengasihi Ine melebihi dirinya. Tiada 1 momen yg beliau lupakan beserta Ine. Canda tawa, senyum hangat yg selalu menyapanya setiap hari. Kecupan yg selalu mewarnai harinya. Tak akan sanggup terhapus sang saat.
Tak terasa, hujan pun menetes menurut langit yg gelap. Sepertinya langit jua turut bersedih melihat sepasang kekasih ini melalui malam yg terakhir ini. Dinginnya angin jua memeluk erat mereka buat terakhir kalinya. Angin sebagai saksi disetiap hembusannya. masih ada doa – doa & istilah latif yg dilantunkan sang dua orang yg sedang dimabuk rasa haru ini.
Lama Ine memeluk kekasihnya. Merasakan bahwa ini merupakan pelukan yg beliau berikan buat oleh pengisi relung hatinya. Bukan lantaran takut kehilangan Rudi tetapi itu buat menguatkan hatinya yg tengah bergelut keras menggunakan dirinya sendiri.
“Rud, saya sayang sama engkau ”
Ine mengucapkannya menggunakan penuh kelembutan
“iya Ne, saya jua sayang sama engkau ”
Rudi membalas ucapan kekasinya menggunakan lembut pada pendengaran ine
Hujan rintik menemani malam itu. Malam yg tidak akan dilupakan sang mereka berdua. Dan saat jualah yg memisahkan pelukan Ine menurut orang yg dikasihinya yaitu Rudi. Waktu jualah yg tidak akan pernah mengerti betapa Ine ingin terus memeluk pangeran yg terdapat pada singgasana hatinya itu. Dalam hati ine mengatakan
“Wahai oleh saat, saya mohon buat ketika ini saja .janganlah kau pisahka saya dengannya. Tetaplah malam ini untukku selamanya, supaya saya permanen memeluknya usang & tidak tanggal”
“Ne, telah jam 12 malam. Aku wajib pergi. Besok pagi saya berangkat menurut polonia jam 10.00 WIB”
“Iya sayang. Maaf ya, besok saya enggak mampu mengantarmu ke bandara. Lantaran besok hari pertamaku bekerja pada perusahaan yg baru”
“ enggak apa – apa Ne, semoga engkau sukses bekerja diperusahaan yg baru”
Rudi berdiri, bangkit menurut pelukan ine yg hangat. Penuh menggunakan rasa afeksi. Yang beliau nir bisa menurut wanita lain. Dan niscaya akan selalu beliau rindukan hingga kapan pun
Rudi berpamitan menggunakan orang tua Ine yg belum tidur. Ia memohon doa restu supaya sukses diperantauan & supaya selalu sehat agar mampu melihat Ine lagi.
Ine mengantar Rudi ke pintu gerbang rumahnya ditemani rintik hujan yg mulai mereda. Gerimis itu misalnya bercerita pada rudi bahwa gerimis akan selalu menjaga Ine menurut panas hati & amarah yg akan selalu Ine nikmati saat kangen pada kekasihnya.
Rudi menyalakan motornya. Motor yg selalu membawa mereka menjalani kehidupan romantika percintaan. Menjadi saksi bisu yg setia mengarungi kehidupan mereka berdua.
“Ne, engkau manis sekali. Aku sayang ama engkau ”
Rudi mencubit hidung Ine yg mancung, menggunakan tawa rudi yg spesial
“iya jelekku. Aku sayang jua sama engkau ”
Ine menggunakan cepat mengecup pipi kiri Rudi. Itu kecupan terakhir buatnya
“Malu ah”
paras rudi pun memerah
Kemudian menggunakan lambaian terakhir menurut Rudi. Ia pun segera melangkah pulang menurut tempat tinggal Ine menggunakan ditemani rintikan hujan yg telah reda. Lambaian yg spesial . Lambain perpisahan menurut Rudi bila beliau akan pergi menurut tempat tinggal Ine.
Ine membalas menggunakan lambain jua. Lambaian menggunakan rasa amat berat, rasa yg nir mampu beliau mengerti menggunakan perasaannya sendiri.
Ine segera menuju kamar tidurnya. Pikirannnya terus menerawang jauh entah kemana. Kebimbangan, rasa curiga, rasa takut kehilangan. Semua tercampur sebagai satu. Menjadi rasa yg nir mampu dijelaskan lagi sang pikirannya sendiri. Lambat laun mata ine mulai lelah. Perlahan mata ine tertutup. Tetapi terdapat setetes air mata yg jatuh dibalut menggunakan untaian doa buat keselamatan kekasihnya & keselamatan interaksi mereka.