Postingan

Dua Menit Kelar

Link Group dan Komik Dibawah.. Mencintaimu tak butuh waktu lama, begitu juga bila ingin diakhiri, hati mudah terbalik balik, hargai selagi ada. Jangan menunggu sampai ia pergi, orang yang sungguh sungguh tak akan kembali jika sudah pergi! Pergi tak butuh alasan, namun alasan butuh dibuat untuk bisa tetap bertahan.. Link Group Komik Gratis..

Tak bisa berbuat banyak

Link Group Paling Bawah 🙏 Aku adalah serpihan nafsu yang selalu engkau lampiaskan dengan jari jari manis mu, yang tak bisa berontak meskipun hati selalu menyesal jika sudah selesai. Sebenarnya ingin sekali melawan, namun khayalan selalu ingin bertahan untuk dilampiaskan.  Lantas aku harus seperti apa? berbuat apa? menikmati hanyalah cara untuk tetap bertahan. Link Group..

Akibat Buang Dalem

👉Link Gabung? Scroll Paling Bawah Mulai.. Tak Banyak Yang Mampu Menjadikanku Ratu, Mereka Hanya Datang Untuk Tubuhku. Setelah Mereka Dapat Semuanya, Maka Saat itulah mereka menghilang tanpa jejak, tanpa konfirmasi. Lantas Harus Jadi, Wanita Seperti Apa? Agar Buaya Buaya itu Mampu Bertahan? Semoga Akan Datang Dia Yang Mampu Menjadikan diriku Ratu, Mari Ditunggu. Harapan-Harapan Akan Tetap Selalu indah Jika Dinanti Dengan Hati Bahagia, Namun Godaan Akan Tetap Selalu Datang! Angin Gemuruh Menghantui hati yang sepi, tak ingin jatuh tapi ingin cinta, besar harapan untuk itu, untuk semua hasrat yang ada pada diri ini, mungkin akan sulit menerima, jika yang datang tak sesuai selera, tapi sekarang lebih penting membuang lara, dari pada mengutamakan selera :) Join Group Klik Disini

Belum Usai, Episode Lima

Hancur hati Rudi mendengar keputusan Ine yg nir fundamental lantaran wajib  mengakhiri interaksi yg sudah usang   beliau bangun atas dasar cinta & afeksi. Badan Rudi lemas. Ia tidak memahami lagi wajib  berbuat apa atas hal ini. Kesal ,murung , sakit & emosi tercampur sebagai satu. Pikirannya terus menerawang paras Ine yg jauh disana. Ia membayangkan ketika pada Medan bermesraan & bercanda beserta Ine. Pupus  telah asa yg sudah Rudi cita – cita kan. Pupus hanya pada saat beberapa menit. Rudi hanya mampu menutup muka nya menggunakan bantal . & larut pada kesedihan yg amat pada &  menyakitkan itu. Cuaca yg panas berubah mendung & air menetes menurut langit membasahi tanah Manado. Langit  tampaknya menangisi akhir interaksi sepasang kekasih ini. langit hari itu bersedih melihat Rudi menyesali kisah romantis yg telah gagal lantaran jeda & saat yg membentang jauh. *** Di Kantor Ine (Medan) “Ne, kenapa engkau  menangis??” Atasan I...

Belum Usai, Episode Empat

“Halo sayang, lagi apa ni??” Dengan nada yg relatif lemas Rudi menyapa  oleh  pujaan hatinya. Sudah beberapa hari  beliau nir menelpon Ine. Rudi hanya mengirimkan sms buat sekedar  mengabarkan kondisinya pada Manado . Hal ini lantaran kesibukannya pada  bekerja & syarat fisik yg lelah setelah kerja. “Iya sayang, saya  lagi kerja ni. engkau  lagi apa?” bunyi Ine datar pada telepon “Aku lagi istirahat kerja, akhir – akhir ini pekerjaanku lagi poly. Maaf ya enggak telpon engkau  selama beberapa hari ini” Rudi menjawab tanya Ine. hatinya  berbunga & semangat lagi waktu mendengar bunyi pacarnya. “Iya ga apa – apa sayang, saya  mengerti menggunakan kesibukan mu bekerja. Ya telah engkau  makan dulu . Aku lagi sibuk nih.  enggak lezat   sama atasanku teleponan ketika jam kerja” Suara ine mulai ketus ditelepon menciptakan Rudi heran sejadinya “Ne.. kini   jam istirahat kan??. Kenapa engkau  mesti enggak lezat ...

Belum Usai, Episode Tiga

Pagi Hari Di Rumah Rudi “Rud, koper mu telah beres nak ?? Jangan hingga terdapat yg ketinggalan” Ibu rudi memastikan pulang barang bawaan yg akan dibawa Rudi “telah beres mah” Suara Rudi mantap sembari membawa keluar koper & beberapa tas miliknya  yg akan segera dibawa. “Rud, taksinya telah tiba. Ayo cepat bawa seluruh barang – barang mu ke bagasi taksi” “iya mah” Dengan sigap Rudi segera berkecimpung pulang menurut duduknya. Rudi membawa 1 koper yg akbar  & 1 tas ransel biasa. Perlengkapan itu sudah beliau siapkan semenjak tiga hari yg kemudian. “Rud, semoga kau sehat selalu disana, semoga sukses ya, ibadahnya jangan tinggal ya nak . ” Ibunya menaruh doa & restu pada anak satu – satunya itu. Ibunya mencium kening Rudi menggunakan penuh rasa haru & bangga “Iya mah. Rudi akan selalu jangan lupa petuah  yg mamah berikan. Dann mamah jaga kesehatan  ya, kalo terdapat apa – apa cepat hubungi Rudi” “Iya, maaf ya nak , mamah ga mampu mengantarmu ke bandara l...

Belum Usai, Episode Dua

  “Rud, saya  akan berusaha menjaga agama  yg engkau  berikan kepadaku” Mata Ine mulai berkaca – kaca “Ne, jangan murung  ya. Aku kan mampu pergi buat perlop & menjengukmu pada medan. Aku janji padamu” Rudi berjanji pada ine menggunakan penuh keyakinan. Malam itu terasa sangat memilukan untuk Ine. Hatinya berkecamuk lantaran beliau tidak akan beserta selama Rudi bertugas diluar kota. “Aku harap engkau  merupakan jodoh terakhirku” Ine memeluk Rudi erat sekali. Erat sekali, sampai Rudi merasa sesak. Rudi tau Ine sangat mencintai nya melebihi apapun. Rudi jua sama, Ia mengasihi Ine melebihi dirinya. Tiada 1 momen yg beliau lupakan beserta Ine. Canda tawa, senyum hangat yg selalu menyapanya setiap hari. Kecupan yg selalu mewarnai harinya. Tak akan sanggup terhapus sang saat. Tak terasa, hujan pun menetes menurut langit yg gelap. Sepertinya langit  jua turut bersedih melihat sepasang kekasih ini melalui malam yg terakhir ini. Dinginnya angin jua memeluk...