Postingan

Belum Usai, Episode Lima

Hancur hati Rudi mendengar keputusan Ine yg nir fundamental lantaran wajib  mengakhiri interaksi yg sudah usang   beliau bangun atas dasar cinta & afeksi. Badan Rudi lemas. Ia tidak memahami lagi wajib  berbuat apa atas hal ini. Kesal ,murung , sakit & emosi tercampur sebagai satu. Pikirannya terus menerawang paras Ine yg jauh disana. Ia membayangkan ketika pada Medan bermesraan & bercanda beserta Ine. Pupus  telah asa yg sudah Rudi cita – cita kan. Pupus hanya pada saat beberapa menit. Rudi hanya mampu menutup muka nya menggunakan bantal . & larut pada kesedihan yg amat pada &  menyakitkan itu. Cuaca yg panas berubah mendung & air menetes menurut langit membasahi tanah Manado. Langit  tampaknya menangisi akhir interaksi sepasang kekasih ini. langit hari itu bersedih melihat Rudi menyesali kisah romantis yg telah gagal lantaran jeda & saat yg membentang jauh. *** Di Kantor Ine (Medan) “Ne, kenapa engkau  menangis??” Atasan I...

Belum Usai, Episode Empat

“Halo sayang, lagi apa ni??” Dengan nada yg relatif lemas Rudi menyapa  oleh  pujaan hatinya. Sudah beberapa hari  beliau nir menelpon Ine. Rudi hanya mengirimkan sms buat sekedar  mengabarkan kondisinya pada Manado . Hal ini lantaran kesibukannya pada  bekerja & syarat fisik yg lelah setelah kerja. “Iya sayang, saya  lagi kerja ni. engkau  lagi apa?” bunyi Ine datar pada telepon “Aku lagi istirahat kerja, akhir – akhir ini pekerjaanku lagi poly. Maaf ya enggak telpon engkau  selama beberapa hari ini” Rudi menjawab tanya Ine. hatinya  berbunga & semangat lagi waktu mendengar bunyi pacarnya. “Iya ga apa – apa sayang, saya  mengerti menggunakan kesibukan mu bekerja. Ya telah engkau  makan dulu . Aku lagi sibuk nih.  enggak lezat   sama atasanku teleponan ketika jam kerja” Suara ine mulai ketus ditelepon menciptakan Rudi heran sejadinya “Ne.. kini   jam istirahat kan??. Kenapa engkau  mesti enggak lezat ...

Belum Usai, Episode Tiga

Pagi Hari Di Rumah Rudi “Rud, koper mu telah beres nak ?? Jangan hingga terdapat yg ketinggalan” Ibu rudi memastikan pulang barang bawaan yg akan dibawa Rudi “telah beres mah” Suara Rudi mantap sembari membawa keluar koper & beberapa tas miliknya  yg akan segera dibawa. “Rud, taksinya telah tiba. Ayo cepat bawa seluruh barang – barang mu ke bagasi taksi” “iya mah” Dengan sigap Rudi segera berkecimpung pulang menurut duduknya. Rudi membawa 1 koper yg akbar  & 1 tas ransel biasa. Perlengkapan itu sudah beliau siapkan semenjak tiga hari yg kemudian. “Rud, semoga kau sehat selalu disana, semoga sukses ya, ibadahnya jangan tinggal ya nak . ” Ibunya menaruh doa & restu pada anak satu – satunya itu. Ibunya mencium kening Rudi menggunakan penuh rasa haru & bangga “Iya mah. Rudi akan selalu jangan lupa petuah  yg mamah berikan. Dann mamah jaga kesehatan  ya, kalo terdapat apa – apa cepat hubungi Rudi” “Iya, maaf ya nak , mamah ga mampu mengantarmu ke bandara l...

Belum Usai, Episode Dua

  “Rud, saya  akan berusaha menjaga agama  yg engkau  berikan kepadaku” Mata Ine mulai berkaca – kaca “Ne, jangan murung  ya. Aku kan mampu pergi buat perlop & menjengukmu pada medan. Aku janji padamu” Rudi berjanji pada ine menggunakan penuh keyakinan. Malam itu terasa sangat memilukan untuk Ine. Hatinya berkecamuk lantaran beliau tidak akan beserta selama Rudi bertugas diluar kota. “Aku harap engkau  merupakan jodoh terakhirku” Ine memeluk Rudi erat sekali. Erat sekali, sampai Rudi merasa sesak. Rudi tau Ine sangat mencintai nya melebihi apapun. Rudi jua sama, Ia mengasihi Ine melebihi dirinya. Tiada 1 momen yg beliau lupakan beserta Ine. Canda tawa, senyum hangat yg selalu menyapanya setiap hari. Kecupan yg selalu mewarnai harinya. Tak akan sanggup terhapus sang saat. Tak terasa, hujan pun menetes menurut langit yg gelap. Sepertinya langit  jua turut bersedih melihat sepasang kekasih ini melalui malam yg terakhir ini. Dinginnya angin jua memeluk...

Belum Usai, Episode Satu

  “Kamu janji ya enggak akan tinggalkan saya ” Tatapan Ine tajam ke Mata Rudi  dibarengi menggunakan senyumnya yg penuh arti kesedihan. “saya  janji ke engkau  saya  akan selalu setia, permanen sayang & makin cinta ama engkau ” ucap rudi menggunakan penuh kelembutan & perasaan. Ine merasa risi menggunakan kepergian Rudi buat dinas diluar kota. Sudah seminggu ini beliau nir mampu tidur lantaran Memikirkan Rudi yg akan pulang meninggalkannya buat beberapa tahun. Rasa – cita cita cita cita cita rasanya itu saat yg amat sangat usang   untuk Ine. Lantaran beliau merasa bahwa Rudi akan usang   tidak berada disamping orang yg dicintainya itu. “Ine engkau  makan ya” Rudi menyuapkan nasi goreng selera Ine. Nasi goreng seafood yg biasa mereka makan saat mereka melepaskan saat beserta seiring melajunya saat. “Nanti dulu Rud, saya  ingin puas melihat senyum engkau ” Ine melihat kekasinya menggunakan tatapan yg kosong, sayup & penuh pengharapa...